Proses Penanganan Kargo untuk Jalur Merah di Bea Cukai

Bagi Anda yang berprofesi sebagai eksportir atau importir di Indonesia, mempunyai pengiriman barang yang tertahan di bea cukai, Pastinya akan menghambat proses pengiriman, kehilangan pemasukan yang signifikan, serta merusak reputasi perusahaan. Salah satu alasan barang tertahan adalah ketika pemeriksaan di jalur merah. Lalu, bagaimanakah proses penanganannya?

proses penanganan kargo

Gambar oleh Alex Fox dari Pixabay

Ada beberapa solusi yang perlu Anda atau pihak jasa pengiriman lakukan untuk menanganinya. Mau tahu caranya? Simak info lebih jelasnya di bawah ini!

Mengapa Barang Bisa Tertahan di Bea Cukai?

Berikut ini ada beberapa alasan yang mengakibatkan barang kiriman Anda dapat tertahan lama di bea cukai Indonesia:

1. Consignee Tidak Berpengalaman

Pihak consignee yang Anda percayakan dalam menangani barang impor bisa saja tidak mempunyai dokumen pendukung atau izin impor. Karena ada beberapa jenis barang tertentu yang memerlukan lebih banyak dokumen selain surat izin impor.

2. Pemeriksaan Jalur Merah (PJM)

PJM merupakan pemeriksaan fisik pada setiap barang impor terpilih selain pemeriksaan dokumen. Jadi, hal yang biasa untuk penyedia layanan ekspor atau impor untuk memanfaatkan layanan door-to-door. Sehingga, Anda tidak harus membayar biaya pajak serta cukai kepada pihak bea cukai Indonesia.

Pemeriksaan fisik barang di jalur merah biasanya selama 12 jam kerja, mulai dari penerimaan pemberitahuan Pabean. Kemudian, dalam 48 jam Surat Persetujuan Pengeluaran Barang wajib diterbitkan sejak menerima pemberitahuan Pabean tersebut. Jika ada peristiwa yang tidak biasa.

Namun, sejak bulan Juli 2017 pemerintah Indonesia sudah menetapkan regulasi baru agar menghentikan layanan tersebut di Indonesia. Akibatnya, sebagian barang impor tertahan karena tidak mempunyai dokumen resmi dan tidak membayar pajak.

3. Forwarder Tidak Bertanggung Jawab

Forwarder barang impor yang menangani pengiriman Anda di Indonesia tidak memberitahu perihal dokumen wajib yang harus diberikan kepada bea cukai. Fakta inilah yang menyebabkan barang kiriman Anda tertahan saat tiba di Indonesia.

Proses Penanganan Kargo di Jalur Merah

Berikut ini proses penanganan kargo pada jalur merah sebagai solusi untuk mengeluarkan barang yang tertahan pada bea cukai:

1. Membayar Biaya pada Persetujuan Impor Barang (PIB)

Membayar biaya kepada PIB untuk mengeluarkan barang kiriman Anda. Biaya tersebut termasuk pajak penghasilan, biaya consignee, pajak impor, serta pajak pertambahan nilai. Sehingga, total biaya yang harus Anda keluarkan menjadi cukup mahal.

2. Ekspor Ulang kemudian Impor Ulang

Pihak bea cukai kemungkinan akan menawarkan Anda untuk mengekspor ulang barang tersebut, kemudian Anda mengimpornya kembali. Namun, cara ini hanya berlaku untuk barang yang tidak terlarang untuk memasuki wilayah Indonesia.

3. Lelang Barang Anda

Solusi lainnya yang dapat Anda lakukan adalah dengan cara melelang barang tersebut. Cara ini termasuk dalam proses bidding dan barang milik Anda nantinya akan dijual bagi penawar tertinggi.

4. Undername Import

Ada cara ternyaman dan terbaik untuk Anda dalam mengimpor barang tanpa harus khawatir barang akan tertahan lama di bea cukai. Anda bisa menggunakan layanan undername import yang ada di Indonesia.

Nah, seperti itulah proses penanganan kargo khusus jalur merah yang bisa mengeluarkan barang kiriman Anda dari bea cukai. Anda bisa menggunakan layanan pengiriman Prima Cargo yang handal, terpercaya dan paling aman dalam menangani pengiriman ekspor dan impor barang Anda. 

Selain itu, Prima Cargo juga dapat membantu Anda untuk menyiapkan segala persyaratan dokumen sebelum ekspor atau impor barang. Sehingga, dapat mencegah barang tertahan lama di bea cukai.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × two =